Bangunan SDN Jengkol Memprihatinkan, Publik Desak Audit Menyeluruh
KOTA SERANG – Kondisi bangunan UPT SD Negeri Jengkol, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, memantik sorotan publik. Sekolah yang masih aktif digunakan sebagai tempat belajar mengajar itu terlihat mengalami kerusakan cukup serius di berbagai bagian bangunan, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan tampak sudah termakan usia dan minim perawatan. Rangka atap serta langit-langit berbahan kayu terlihat lapuk dan rapuh. Beberapa bagian bahkan berlubang dan terkelupas. Kondisi genteng juga tidak kalah memprihatinkan, banyak yang bergeser, pecah, dan aus dimakan waktu.
Tak hanya itu, dinding sekolah tampak kusam dengan cat yang mengelupas di berbagai titik. Mural yang menghiasi area sekolah pun terlihat memudar dan rusak. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena bangunan masih digunakan setiap hari oleh siswa dan tenaga pendidik.
Ironisnya, di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan, setiap tahun sekolah menerima alokasi Dana BOS yang salah satu komponennya dapat digunakan untuk pemeliharaan ringan dan perawatan fasilitas pendidikan. Fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang jauh dari kata layak dan terawat.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar dari kalangan orang tua murid dan masyarakat. Mereka mempertanyakan sejauh mana realisasi anggaran pemeliharaan sekolah yang bersumber dari Dana BOS selama ini. Pasalnya, kerusakan yang terjadi tidak terlihat sebagai kerusakan baru, melainkan diduga telah berlangsung dalam waktu cukup lama tanpa penanganan yang memadai.
"Kalau memang ada anggaran pemeliharaan setiap tahun, kenapa kondisi sekolah bisa separah ini?" ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
SDN Jengkol yang beralamat di Jalan Kalodran No. 3, Kelurahan Teritih, Kota Serang, diketahui berstatus terakreditasi B dan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang. Warga berharap adanya audit dan evaluasi terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan di tengah masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Reni, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menjawab singkat, "Coba saya cek dulu petugas yang monev Dana BOS-nya."
Jawaban tersebut dinilai belum menjawab substansi persoalan yang dipertanyakan masyarakat, yakni terkait kondisi bangunan yang rusak serta penggunaan anggaran pemeliharaan yang semestinya dapat menjaga fasilitas sekolah tetap aman dan layak digunakan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN Jengkol maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang belum memberikan keterangan resmi terkait realisasi penggunaan anggaran pemeliharaan sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
Masyarakat kini menunggu keterbukaan informasi dari pihak terkait. Transparansi dinilai menjadi langkah penting untuk menjawab keraguan publik sekaligus memastikan bahwa dana pendidikan benar-benar digunakan demi keselamatan, kenyamanan, dan kualitas belajar para siswa. (Agus/Red)

Posting Komentar