Warga Mengeluh, Sulitnya Mendapatkan Akses Pinjam Pakai Mobil Siaga Desa Bakung Kecamatan Kronjo, Ketika Darurat !!
KAB. TANGERANG - Lucu dan terkesan konyol sikap Kepala Desa Bakung Kecamatan Kronjo, Dwi Ari Setyantoro atau yang akrab dipanggil Tole, awalnya dia tidak akan memberikan keterangan terkait polemik penggunaan mobil siaga Desa yang kini tengah menjadi sorotan publik.
Namun, pada konfirmasi lanjutan, Dwi Ari Setyantoro (red.Tole) justru memberikan pernyataan yang dinilai menyudutkan pengunggah Video di TikTok tersebut.
DIa menyebut persoalan yang viral di media sosial itu hanya disebabkan oleh kurangnya komunikasi saja. (30/01/2026).
“Sudah minta maaf, cuma mungkin warga kurang komunikasi saja sebenarnya,” ujar Dwi Ari Setyantoro dengan nada yang terkesan meremehkan persoalan, seolah - olah kesalahan tersebut berada pada pihak pengunggah Video di TikTok.
Namun ketika publik bertanya apakah terdapat video klarifikasi atau pernyataan resmi dari sang pengunggah TikTok sebagai bukti permintaan maaf tersebut, Kepala Desa Bakung mengaku tidak memiliki bukti apa pun.
“Enggak ada bukti atau pernyataannya, Itu ma warga atau tetangga saya, rumahnya diekat kok samping rumah saya,” jawabnya singkat.
Sontak pernyataan tersebut kini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat Desa Bakung Kecamatan Kronjo, terutama karena tidak disertai bukti klarifikasi resmi, sementara substansi utama persoalan terkait sulitnya akses pinjam pakai mobil Siaga Desa dalam keadaan kondisi darurat. Dan memang faktanya sampai saat ini belum dijelaskan secara terbuka mengenai aturan penggunaan kendaraan tersebut.
Tampak dalam unggahan Media sosial tersebut tergambar jelas dari rasa kekecewaan sebuah Akun TikTok @Al-Haq313 yang merasa geram karena keponakannya yang sedang sakit tidak bisa menggunakan mobil Desa. Padahal, ia melihat satu unit mobil siaga terparkir di rumah kepala desa.
“Mobil lurah ada, giliran sakit nge-Grab. Padahal mobil Desa ada 2, yang satu lagi dipakai, kenapa yang satu lagi ditaruh di rumah Lurah aja ?” protes akun tersebut.
Unggahan tersebut sontak menjadi bola panas. Berbagai komentar warganet bermunculan, mulai dari peringatan akan risiko menyuarakan kebenaran hingga testimoni miring mengenai biaya operasional mobil Desa Muncung yang dianggap mencekik.
Bahkan dalam Akun @mln nz secara blak - blakan menyebut bahwa keberadaan mobil Desa selama ini tidak benar - benar gratis bagi warga yang kesusahan.
“Percuma ada mobil Desa juga, nggak gratis, tetap bayar. Malah mahal hampir habis 500 ribuan. Padahal tuh mobil buat membantu warga yang lagi kesusahan/sakit. Ambil lagi aja lah mobilnya sama Pemerintah,” tulisnya di kolom komentar.
Senada dengan itu, Akun @bundanya fathan❤️ memberikan simpati sekaligus peringatan kepada pengunggah video akan risiko “Vokal” di era sekarang.
“Hati - hati kang, kadang - kadang yang menyuarakan kebenaran malah ujung - ujungnya dibenci. Zaman sekarang orang berani jujur tapi nggak dihargai,” ungkapnya
Sampai dengan berita ini di tayangkan, polemik penggunaan mobil siaga Desa Bakung Kecamatan Kronjo, masih menjadi sorotan publik dan menunggu pejelasan serta langkah konkret dari pihak terkait. (*/Red)

